Total Tayangan Halaman

Jumat, 05 Juni 2015

TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI BAGI TUTOR DAN WB

(UAS)

A.      Pengertian Komunikasi Dunia Maya
Komunikasi adalah proses penyampaian dari pemberi pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan) sehingga terjadi kesamaan pengertian atas pesan.
Istilah “Dunia Maya” pertama kali muncul dalam novel, Neuromancer, yang ditulis oleh William Gibsonpada tahun 1984. Istilah tersebut merujuk pada jaringan informasi luas yang oleh para penggunanya disebut console cowboys akan “muncul”, atau koneksi langsung dengan sistem-sistem syaraf mereka (Severin and Tankard, 2008: 445). Dari konsep William Gibson tersebut, Benedikt (1991: 122-123) memunculkan definisi yang lebih formal dengan menyatakan bahwa “dunia maya” adalah realita yang terhubung secara global, didukung komputer, berakses komputer, multidimensi, artifisial, atau “virtual”. Dalam realita ini, setiap komputer adalah jendela, dimana akan terlihat atau terdengar objek-objek yang bukan bersifat fisik dan bukan representasi objek-objek fisik, namun lebih merupakan gaya, karakter, dan aksi pembuatan data, pembuatan informasi murni.
Dalam pengertian umum sekarang ini, dunia maya adalah istilah komprehensif untuk world wide web, internet, milis elektronik, kelompok-kelompok dan forum diskusi, ruang ngobrol (chatting), permainan interaktif multi-player, dan bahkan e-mail (Turkle, 1995).
Dengan demikian, yang dimaksud dengan komunikasi dunia maya adalah komunikasi yang dilakukan tidak dalam bentuk tatap muka langsung, akan tetapi interaksi mengirim atau menerima pesan atau informasi melalui internet.
Menurut Walther, dalam komunikasi ini disebut juga komunikasi hiperpersonal, yakni komunikasi dengan media internet yang menurut masyarakat sosial lebih menarik bila dibanding dengan komunikasi secara langsung.
Menurutnya, ada tiga faktor yang menyebabkan komunikasi hiperpersonal lebih menarik, yaitu:
1.      E-mail dan jenis komunikasinya yang lain memungkinkan prewentas diri yang sangat selektif, dengan lebih sedikit penampilan atau perilaku yang tidak diinginkan bila dibandingkan dengan komunikasi secara langsung (tidak perlu menata perilaku visual saat berkomunikasi melalui internet).

2.      Orang yang terlibat dalam komunikasi via komputer kadang kala mengalami atribusi yang berlebihan yang di dalamnya mereka membangun kesan stereotipe tentang partner mereka. Kesan-kesan ini sering mengabaikan informasi negatif, seperti kesalahan cetak, kesalahan ketik, dan sebagainya.

3.      Ikatan intensifikasi bisa terjadi yang di dalamnya pesan-pesan positif dari seorang partner akan membangkitkan pesan-pesan positif dari rekan komunikasinya.

B.       Pengertian Komunitas Virtual

Komunikasi Virtual merupakan suatu bentuk proses komunikasi yang menggunakan teknologi sebagai sarana berkomunikasi antara satu pihak kepada pihak lain dan biasanya feedback dapat langsung diterima dengan proses penyampaian pesan melalui ruang maya (cyberspace) yang bersifat interaktif. Contohnya adalah seperti chating, browsing, dan email melalui internet. Internet merupakan media komunikasi yang sangat efektif bagi umat manusia di dunia. Layanan yang ditawarkan juga beragam. Kita dapat menikmati fasilitas-fasilitas seperti e-mail, chatting (mIR Chat) dan web.

C.      Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran
Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan diberbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access.Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran.
TIK bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software. Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkanTIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode.
Ø  Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Sumber Belajar
1. E-Learning (Electronic Learning)
Adalah proses pembelajaran jarak jauh melalui pemanfaatan teknologi internet. Dalam konteks electronic learning atau e-learning sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi. Perkembangan e-Learning sendiri sebenarnya sangat erat kaitannya dengan perkembangan TIK, dimulai dari perkembangan teknologi televisi, komputer hingga teknologi komunikasi data paling cepat saat ini yaitu internet. E-Learning menjadi salah satu bentuk evolusi penyampaian pembelajaran dengan pemanfaatan TIK sebagai komponen utamanya.
AW.Bates (Bates 1995) dan K Wulf (Wulf 1996), seperti yang dikutip oleh Siahaan (2004), menyebutkan 4 keuntungan penyelenggaraan pendidikan semacam ini yaitu: (1) meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity), (2) dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Sifat internet yang tidak mensyaratkan sinkronitas memungkinkan instruktur dan peserta didik dapat terlibat dalam proses pembelajaran dalam waktu dan tempat yang berbeda, (3) sangat mampu menjangkau audience secara luas dan global, dan (4) mudah melakukan pembaruan materi pembelajaran dan menyimpan data/dokumen. Namun demikian, tidak semua negara dapat menyelenggarakan pembelajaran elektronik.
Kriteria-kriteria di bawah ini merupakan syarat yang telah dipenuhi negara-negara penyelenggara pembelajaran berbasis teknologi, yakni:
a.       sikap positif masyarakat pada teknologi komputer dan internet, yang ditunjukkan dari semakin banyaknya jumlah pengguna dan penyedia jasa internet
b.      harga perangkat komputer yang relative murah dan dapat dimiliki oleh masyarakat
c.       kemampuan teknologi memproses data secara cepat dan kapasitas penyimpanan yang besar, dan luasnya akses atau jaringan komunikasi.
2. E- Book (Electronic Book)
Pada fasilitas ini siswa dapat mencari koleksi perpustakaan elektronik berupa buku buku, modul, jurnal, makalah, majalah, surat kabar dan sebagainya.
3. Teleconference atau video conference
Sebuah sistem pembelajaran dimana terjadi interaksi langsung, misalnya antara guru dan siswa, antara dosen dan mahasiswa. Tetapi pemanfaatan TIK sebagai sumber belajar melalui teleconference atau video conference sulit dilaksanakan, mengingat sistem pembelajaran ini memerlukan biaya yang cukup besar dan kurangnya sarana dan fasilitas yang memadai.
Ø  Beberapa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Media Pembelajaran Di Sekolah Diantaranya :
1. Presentasi
Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. Software yang paling banyak digunakan untuk presentasi adalah Microsoft Powerpoint. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi, diantaranya:
a.       Jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan
b.      Tulisan jangan terlalu kecil karena harus dilihat oleh banyak siswa.
c.       Perbanyak memasukkan gambar dan animasi
d.      Usahakan bentuk presentasi yang interaktif.
2. Demonstrasi
Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film cara-cara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan mikrometer yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut. Cara lain adalah memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia).
3. Virtual Experiment
Maksud dari virtual eksperimen disini adalah suatu kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer. Siswa bisa melakukan beberapa eksperimen dengan memanfaatkan software virtual eksperimen misalnya Crocodile Clips. Software ini bisa didownload dihttp://www.crocodileclips.com/s3_1.jsp, tetapi kita harus register dulu untuk mendapatkan active code yang berlaku untuk satu bulan. Metode ini bisa digunakan jika kita tidak mempunyai laboratorium IPA yang lengkap atau digunakan sebelum melakukan eksperimen yang sesungguhnya.
4. Kelas virtual
Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web, misalnya menggunakan moodle. Contoh bentuk kelas maya di sekolah X. Pada kelas maya ini siswa akan mendapatkan materi, tugas dan test secara online. Kita sebagai guru memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil ujian siswa. Terutama hasil ujian siswa akan dinilai secara otomatis. Materi online bentuk tugas yang diberikan bentuk test hasil test yang didapat siswa.
D.      Jenis-jenis Komunikasi
Ada empat jenis komunikasi di dunia maya yang bisa dilakukan,yaitu komunikasi menggunakan atau memanfaatkan fasilitas E-mail,Milis,Chatting,dan Facebook.
1.      E-mail
E-mail merupakan kependekan dari electronic mail,dalam bahasa indonesia artinya surat elektronik.Kata e-mai itu sendiri merujuk pada dua hal, pertama e-mail merupakan suatu jenis program aplikasi atau fasilitas berbasis internet yang dirancang untuk mengirim dan menerima surat secara elektronik.Ada beberapa aplikasi e-mail antara lain Yahoo Mail,Gmail,Hotmail AOL,Sina,126,163,Daum dan sebagainya.Program ini digunakan untuk membaca,mengirim,dan menyimpan e-mail.Kedua e-mail yaitu surat elektronik.Surat elektronik adalah surat yang dibuat,dikirim dan diterima tidak dalam bentuk fisik berupa kertas akan tetapi dalam bentuk data elektronik yang dibuat,dikirim dan atau diterima dalam bentukdata yang diolah dan dikirim menggunakan program aplikasi e-mail dengan memanfaatkan peralatan elektronik komputer dan jaringan internet.

2.      Milis
Milis atau mailing list adalah layanan di dalam internet yang digunakan untuk berdiskusi melalui e-mail. Salah satu penyedia mailing list(server) yang paling terkenal adalah Yahoo.Untuk bisa melakukan diskusi di mailing list,kita harus terdaftar terlebih dahulu di penyedia mailing list,misalnya di Yahoo Groups.Apabila sudah banyak pendaftar atau banyak yang ikut bergabung dengan kelompok baru kita,disini kita harus bisa mengelola keberadaan para milis.Di antaranya pengelolaan status anggota misalnya sebagai anggota(member),moderator atau sebagai owner.Termasuk menghapus dari keanggotaan milis.

3.      Chatting
Chatting merupakan kata benda dari kata kerja chat (inggris) artinya ngobol.Chatting dalam dunia internet artinya program yang tersedia yang digunakan untuk ngobrol atau berinteraksi via internet.Ada beberapa jenis komunikasi yang bisa dilakukan dengan program ini,yaitu komunikasi lewat tulisan,komunikasi dengan suara,komunikasi dengan gambar,bisa mengirim file,juga bisa mengirim pesan singkat(sms).Chatting bisa dilakukan berdua saja atau rame-rame dengan banyak orang untuk ngobrol dengan banyak orang bisa menggunakan fasilitas chatt room. Chatting bisa dilakukan karena adanya perangkat lunak atau software.Terdapat sejumlah perangkat lunak yang dewasa ini bisa digunakan di antaranya yaitu:Mirc,Msn messenger, Icq, GotoWorld, Yahoo messenger, dan yang lainnya.Perangkat yang paling banyak digunakan adalah Yahoo messenger,karena fasilitasnya yang cukup lengkap dan menarik yaitu:chat lewat suara(voice chat),Chat sambil tatap muka lewat kamera(webcam), melakukan panggilan dari komputer ke komputer (PC to Pc all),melakukan panggilan dari komputer ke telepon (PC to phone call),melakukan panggilan dari telepon ke komputer(phone to PC call),ruang-ruang chat (chat rooms),mendengarkan radio online(launch cast radio),mengirim file(file transfer),bermain game dengan lawan chat (Yahoo! Games),ngobrol dengan beberapa orang sekaligus (conference) dan sebagainya.


4.      Facebook
Facebook merupakan salah satu program aplikasi dunia maya jaringan sosial berbasis internet,disamping program lainnya.Pencetus dan pengembang program aplikasi ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa Universitas Harvard.Tujuan awal dari dikembangkannya facebook ini yaitu sebagai media untuk saling mengenal antar mahasiswa Harvard,saling mengenal jati diri sekampusnya dengan tanpa harus bertatap muka langsung. Merujuk pada penjelasan team Cyber (2009) dalam 30 menit Membongkar Rahasia Facebook ,terdapat sejumlah kelebihan yang dimiliki facebook dibanding dengan program jejaring sosial lainnya,yaitu:
a.       Umumnya data profile di facebook real,karena sebagai personal press release dan meningkatkan jaringan pertemanan.
b.      Updating data di facebook dapat dilakukan dengan mudah,bisa melalui personal computer(PC),laptop,smartphone yang terhubung ke internet dan handphone.
c.       Tag atau penamaan yang saling terhuung untuk foto-foto,sehingga bisa menjadi media awal untuk saling berkomunikasi dengan teman-teman lama.
d.      Pengorganisasian kegiatan untuk updating facebook lebih mudah karena ada pemberitahuan (notifikasi) tentang banyak hal sehinnga mudah untuk mengetahui tambahan reaksi teman-temandi facebook seja log in yang terakhir.Notifikasi itu misalnya ada teman yang menyetujui menjadi teman (accept friend),teman yang menulis pesan (wrote a wall) dan sebagainya.
e.       Notifiksi atau alert (pemberitahuan sesaat) dapat juga dilihat di alamat e-mail yang terdaftar.
f.       Dengan facebook dimungkinkan juga untuk chatting satu orang dengan satu orang (one to one),meskipun belum ada feature untuk chatting secra bersama.
g.      Bisa membuat group sesuai dengan keinginan,sehingga memudahkan untuk mengelompokkan rekan sesuia dengan klasifikasi tertentu.Misalnya menurut hobi,sekolah,pekerjaan,dan sebagainya.Pengelompokan ini sangat bermanfaat untuk mengarahkan tema pembicaraan,sehingga komunikasi bisa lebih terarah.
h.      Terdapat fasilitas wall to wall atau penulisan pada dinding,yaitu   menuliskan pesan publik ke teman facebook yang memungkinkan untuk memberikan nilai positif atas teman tersebut.
i.        Dapat mengirim pesan secara terbatas.Dalam facebook ada tiga kategori pengiriman pesan yaitu kirim ke satu orang,kirim ke semua anggota grup,kirim khusus untuk admin,dan kirim ke kelompok rekan-rekan (conference).
j.        Dapat mengatur pertemuan melalui penggunaan fasilitas membuat acara (create event) dan sekaligus juga dapat mengundang teman-teman yang dikehendaki.Dalam feature ini bisa memberikan gambaran yang cukup menyeluruh tentang acara yang akan diselenggarakan,misalnya deskripsi acara,foto,dan video.Selain daripada itu,siapa saja teman yang bisa hadir,mungkin hadir,atau masih dalam konfirmasi juga bisa dilihat.
k.      Dapat mencari atau mengundang teman hanya dengan tahu emailnya,namanya,sekolahnya atau informasi penting lainnya.
l.        Memungkinkan mencari teman lama melalui fasilitas menu People You May Know.Teman lama bisa dicari dari jaringan yang sudah menjadi teman facebook,biasanya lengkap denga foto,teman yang bersesuaian (mutual friend) atau dengan mengirim pesn pribadiuntuk penegasan.
m.    Memungkinkan kita untuk melihat acara yang akan kita hadiri dan teman facebook yang akan ulang tahun,pada menu Events and Bithdays.
n.      Mengundang teman bisa dilakukan dengan lebih mudah,cukup dengan memasukkan alamat email dan passwordnya.
o.      Bisa membuka ruang kesempatan berkomunikasi lebih lanjut atau luas untuk pengembangan dan memperkuat proses jejaring sosial melalui application.Diantaranya untuk kampanye kegiatan sosial,periklanan,pencarian dana,game,dan sebagainya.
p.      Memungkinkan memberikan informasi yang luas untuk press release pribadi,terutama memberikan demokratisasi hubungan antar manusia.Hal ini mungkin dilakukan karena dalam facebook terdapat menu profile sub menu info
q.      Terdapat update semacam micro blogging,merupakan press release pribadi atas semua kegiatan kita secara live.Apabila kita meng-update infor,asi yang berkaitan dengan diri kita,termasuk tentang suasana hati kita,hal ini bisa memberikan rasa kedekatan diantara teman-teman kita yang membacanya.Bisa saling memberikan masukan atau saling menguatkan.
r.        Menu lainnya yang selalu berkembang sehingga memungkinkan adanya ruang yang cukup luas untuk berekreasindan berinovasi dalam membuat press release pribadi yang bisa digunakan atau berfungsi sebagai pemasaran diri.

E.       Kemampuan yang Dituntut bagi Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis TIK

Semakin meluasnya kemungkinan penggunaan internet dalam pendidikan dan pelatihan menuntut pengelola pendidikan untuk mampu mengintegrasikan teknologi web ke dalam lingkungan belajar mulai dari fase desain,pengembangan,penerapan,dan pemeliharaan. Setidaknya ada tiga pihak yang dituntut kemampuannya agar WBT bisa terlaksana yaitu pihak lembaga,pengelola,dan guru/dosen.

1.      Tuntutan Kelembagaan
Menurut uraian ElliS (1999), Secara kelembagaan, Perusahaan yang berhasil menyelenggarakan WBT karena adanya kerja sama antar departemen yang ada di perusahaan tersebut.Pihak-pihak/departemen yang terkait dalam manajemen WBT di antaranya adalah:
a.       Departemen Teknologi Informasi.
b.      Departemen Sistem Informasi dan Manajemen Sistem Informasi.
c.       Departemen Pengembangan Produk.
d.      Departemen Sumber Daya Manusia.
e.       Departemen Pemasaran dan Komunikasi.
f.       Departemen Perekayasaan.
g.      Departemen Pendidikan,Pelatihan,dan Pengembangan Staf.
h.      Departemen lainnya yang memeerlukan/terkait.

Dari uraian di atas,kita bisa mengambil suatu esensi bahwa jika suatu lembaga pendidikan, sekolah ingin sukses menyelenggarakan pendidikan berbasis web maka harus ada kebijakan yang memihak,kerja sama,dan komitmen antarunit kerja yang mungkin akan terlibat.

2.      Tuntutan kemampuan pengelola           
 Sedangkan tuntutan atau persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang pengelola program WBT untuk mendorong sukses pengelolaan WBT yaitu alur kegiatan dari pengelolaan pendidikan dan pelatihan yang berbasis web meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
Ø  Identifikasi dan Analisis Kebuuhan akan WBT.Identifikasi akibat potensial yang mungkin muncul dari penerapan WBT.
1.      Tentukan sisi baiknya.
2.      Tentukan kekurangannya.


Ø  Merancang desain WBT (secara tim).
1.      Menentukan fokus/isi yang sesuai.
2.      Mengidentifikasi hambatan anggaran.
3.      Mengidentifikasi isu-isu keberadaan hardware dan software.
4.      Merancang desain dan petunjuk penggunanya.
5.      Mengidentifikasi karakteristik dan keuntungan/kebaikan yang diinginkan.

Ø  Mengembangkan website atau sistem pelatihan komersial yang customize:
1.      Mengembangkan isi.
2.      Membuat desain visual.
3.      Melakukan uji coba.

Ø  Implementasi pogram WBT Memasarkan program di lingkungan internal.
a.       Menilai program beserta isinya:
1.      Penilaian oleh penggunaan.
2.      Menilai validitas dan reliabilitas isi.
b.      Melakukan pemeliharaan site yang sedang berjalan:
1.      Memasukkan pembaruan teknolog.
2.      Penjadwalan dan membuat evaluasi (Ellis,et.al.,1999:3-9)

3.      Tuntutan Kemampuan Guru

Untuk bisa menyelenggarakan pendidikan yang berbasis web guru harus memiliki:
1.      memiliki sikap positif terhadap Teknologi Informasi (TI) (positive attitudes to IT)
2.      memahami potensi pendidikan dalam TI (understanding the educational potential of IT)
3.      mampu menggunakan TI dalam kurikulum secara efektif (ability to use IT effectively in curriculum)
4.      mampu mengelola penggunaan TI di dalam kelas (ability to manage IT use in the classroom)
5.      mampu menilai penggunaan TI (ability to evaluate IT use)
6.      mampu meyakinkan adanya perbedaan dan kemajuan (ability to ensure differentiation and progression)
7.      memiliki kemampuan teknis untuk menggunakan TI serta selalu memperbarui kemampuan yang telah dimiliki (technical capability to use an appropiate range of IT resource and up date these skills) (Somekh dan Davis,1997:12).

      Sementara itu,the International Society for Technology in Education (ISTE) pada tahun 1999 merekomendasikan Foundation in Technology for All Teacher Foundation Standard (Lowther et.al.2000:132).Dalam standar ini mengindikasikan bahwa para guru harus:
Ø  Memiliki pemahaman umum dan kemampuan teknologi
Ø  Mampu menggunakan teknologi untuk meningkatkan kemampuan dalam kehidupan profesional dan personal.
Ø  Harus bisa mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum secara efektif.

Agar guru/dosen bisa memiliki kemampuan sesuai dengan standar di atas,LPTK penting untuk menyusun program pendidikan yang sesuai dengan tuntutan foundation Standar di atas.Dalam hal ini Abbey (2000:132) menegaskan :“Therefore,it is critical that today’s teacher education programs be modified to ensure that graduating students prosses the essential knowledge,skills,and understanding needed to effectievely use Web-based education in a setting that fosters growh and learning”.

F.       Pendekatan Instruksional yang Bisa Diterapkan untuk Melaksanakan Pendidikan Berbasis TIK

Menurut Lowther, et.al.,beberapa teori belajar yang perlu dipahami untuk dijadikan landasan bagi pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK di LPTK di antaranya adalah,”constructivisme dari Bruner(1999),anchored instrution dari CTGV (1993),cognitive apprenticeship dari Brown et.al.(1993),dan multiple intelegences dari Gardner (1993).Teori-teori belajar tersebut diterapkan tidak secara sendiri-sendiri tapi harus diterapkan secara terintegrasi (multiple).

Sedangkan dalam hal pendekatan instruksional,Lowther,et.al. mengajukan beberapa metode pembelajaran untuk membentuk kemampuan calon guru dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan teknologi lainnya di LPTK.yaitu:simulated K-12technology classroom;modeling;observing/participating in technology setting;learning technology skill;and reflective practices.


PEMBELAJARAN BERBASIS WEB (E-LEARNING)

(UAS)

A.    KONSEP PEMBELAJARAN BERBASIS WEB (E-LEARNING)
Pembelajaran berbasis web merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs (website) yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan "web based learning" merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning).
Himpunan Masyarakat Amerika untuk Kegiatan Pelatihan dan Pengembangan (The American Society for training and Development/ ASTD) (2009), mengemukakan definisi e-learning sebagai berikut :
"E-learning is a broad set of applications and processes which include web-based-learning, computer-based-learning, virtual and digital classrooms. Much of this delivered via the internet, intranets, audio and videotape, satellite broadcast, interactive TV, and CD-ROM. The definition of e-learning varies depending on the organization and how it is used but basically it is involves electronic means communication, education, and training".
Definisi tersebut menyatakan bahwa e-learning merupakan proses dan kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web-based learning), pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), kelas virtual (virtual classrooms), dan atau kelas digital (digital classrooms). Materi-materi dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media internet, intranet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, televisi interaktif serta CD-Rom. Definisi ini juga menyatakan bahwa definisi dari e-learning itu bisa bervariasi tergantug dari penyelanggara kegiatan e-learning tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan penggunaannya.
Definisi ini juga menyiratkan simpulan yang menyatakan bahwa e-leraning pada dasarnya adalah pengaplikasian kegiatan komunikasi pendidikan dan pelatihan secara elektronik.
E-leraning tidak sama dengan pemebelajaran konvensional. E-learning memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut :
  1. Interactivity (Interaktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu.
  2. Independency (Kemandirian); flesibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).
  3. Accessibility (aksesibilitas); sumber-sumber belajar jadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.
  4. Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informan seperti video streaming, simulasi dan animasi.
Keempat karakteristik di atas merupakan hal yang membedakan e-learning dari kegiatan pembelajaran secara konvensional. Dalam e-learning, daya tangkap siswa terhadap materi pembelajaran tidak lagi tergantung pada instruktur/ guru, karena siswa mengkonstruk sendiri ilmu pengetahuannya melalui bahan-bahan ajar yang disampaikan melalui interfaces situs web. Dalam e-learning pula, sumber ilmu pengetahuan tersebar dimana-mana serta dapat diakses dengan mudah oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan sifat media internet yang mengglobal dan bisa diakses oleh siapapun yang terkoneksi didalamnya. Terakhir, dalam e-learning pengajar/lembaga pendidikan berfungsi sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan.
E-learning adalah segala aktivitas belajar yang menggunakan bantuan teknologi elektronik. E-learning juga dapat diaplikasikan dalam pendidikan konvensional dan pendidikan jarak jauh. Web-based learning, merupakan salah satu bentuk e-learning yang materi maupun cara penyampaiannya (delivery method) melalui internet (web). Berikut adalah beberapa definisi pembelajaran berbasis web:
  • Any learning experience or enviroment that relies upon the internet/ world wide web as the primary delivery mode of communication and presentation (http://www.usd.edu). Menyatakan bahwa setiap pengalaman atau lingkungan belajar yang bertumpu kepada internet/ worl wide web sebagai saran penyampaian komunikasi dan presentasi.
  • E-learning specifically over the internet as opposed to other networks (http://www.onlinedegreezone.com). Bahwa e-learning melalui internet dibandingkan jaringan lainnya.
Berdasarkan definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis web adalah sebuah pengalaman belajar dengan memanfaatkan jaringan internet untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi pembelajarna.
Web dapat menciptakan sebuah lingkungan belajar maya (Virtual Learning Environment). Lingkungan belajar yang disediakan oleh web dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang dapat kita kombinasikan penggunaannya untuk mendukung proses pembelajaran, antara lain forum diskusi, chat, penilaian online,  dan sistem administrasi. Lingkungan belajar maya yang disediakan oleh web berfungsi sebagaimana lingkungan belajar konvensional yang dapat menyampaikan informasi kepada pembelajar. 

B.  FUNGSI DAN MANFAAT PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Berikut akan dijelaskan secara langsung fungsi dan manfaat dari pembelajaran berbasis web antara lain :
a. Access is available anytime, anywhere, around the globe (Akses tersedia kapanpun, di manapun, di seluruh dunia)
Internet telah menjadi sebuah sarana komunikasi 2 arah yangsangat banyak digunakan. Kini seorang peserta didik memiliki akses yang sangat besar terhadap informasi apapun, termasuk informasi pembelajaran. Melalui koneksi Internet pada laptopnya,komputernya, telepon genggamnya, atau koneksi Internet di sarana-sarana umum, siswa bisa mengakses program pembelajaran yangsedang diikutinya. Ia bisa mengikuti kegiatan pembelajaran,mengerjakan tugas, mengikuti informasi perkembangan materi pembelajaran, berkomunikasi dan berdiskusi dengan guru/pesertadidik lainnya, memeriksa nilai, memeriksa absensi dan melakukanhal-hal lainnya yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran berbasis web, semuanya dilakukan secara online
b.Per-student equipment costs are affordable (Biaya operasionalsetiap siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran menjadilebih terjangkau)
c.Student tracking is made easy (Pengawasan terhadapperkembangan siswa jadi lebih mudah)
Melalui pembelajaran berbasis web, segala aktifitas pembelajaran siswa akan dicatat dalam sebuah database yang tersimpan di server . Administrator, guru, orang tua murid danmurid itu sendiri dapat melihat data-data akademik seperti program pembelajaran yang telah diikuti murid, tugas-tugas yang harusdikerjakannya, nilainya pada mata pelajaran tertentu, nilainyasecara akumulatif, catatan kegiatan diskusinya serta data-datalainnya. Hak akses terhadap informasi akademik ini tentunya bisadiatur sesuai kebutuhan. Misalnya, pihak yang berhak untuk melihat nilai akumulatif siswa hanyalah guru/orang tua murid saja,sedangkan murid hanya bisa mengakses nilainya yang terakhir saja.
d.Possible “learning object” architecture supports on demand, personalized learning (Rancangan pembelajaran berbasis web memungkinkan dilakukannya kegiatan pembelajaran yangsudah terpersonalisasi)
Dengan pembelajaran berbasis web, secara virtual tidak ada batasan untuk materi pembelajaran. Hal ini memungkinkan materi pembelajaran bisa dipersonalisasi sesuai kebutuhan kegiatan pembelajaran. Misalnya, untuk menerangkan materi tentang orbitplanet-planet di tata surya, guru tidak hanya memberikan materilewat tulisan saja, tapi ia juga bisa menyisipkan media-media pembelajaran seperti animasi atau peta interaktif. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih variatif dan menarik, sehingga pengalaman belajar siswapun menjadi lebih bermacam-macam.Untuk menunjang penyediaan media pembelajaran dalam pembelajaran berbasis web ini, guru dituntut untuk memiliki skill lain dalam bidang pengembangan media, misalnya kemampuanolah gambar untuk menyediakan media grafis, atau kemampuanmengembangkan animasi berbasis flashuntuk menyediakan mediaanimasi.
e. content is easily updated (Materi pembelajaran bisadiperbaharui secara lebih mudah)
Poin ini mungkin merupakan poin keuntungan terbesar yang bisa didapat dari sebuah pembelajaran berbasis web. Di zamanseperti sekarang ini, di mana ilmu pengetahuan senantiasa berkembang, materi-materi pembelajaran bisa berubah setiap saat.Dalam pembelajaran konvensional yang menggunakan media bukutercetak atau CD-ROM , materi pembelajaran tentunya tidak bisadiperbaharui dengan mudah, melainkan harus melalui proses revisi,cetak ulang, atau pembuatan ulang.
C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Kelebihan Pembelajaran Berbasis WEB
  1. Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun.
  2. Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karaktristik dan langkahnya dirinya sendiri karen apembelajaran berbasis web membuat pembela-jaran menjadi bersifat individual.
  3. Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar.
  4. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.
  5. Dapat mendorong pebelajar lebih aktif dan mandiri di dalam belajar.
  6. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pemeblajaran. 
  7. Menyediakan mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan.
  8. Isi materi pelajaran dapat di-update dengan mudah.

Kekurangan Pembelajaran Berbasis WEB
1.      Keberhasilan pembelajaran berbasis web tergantung paa kemandirian dan motivasi pembelajar.
2.      Akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar. 
3.      Pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapat peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup. 
4.      Dibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam.
5.      Dengan menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi. 

D. Pengertian e-learning
Belum adanya standard yang baku baik dalam hal definisi maupun implementasi e-learning menjadikan banyak orang mempunyai konsep yang bermacam-macam. E-learning merupakan kependekan dari electronic learning (Sohn, 2005). Salah satu definisi umum dari e-learning diberikan oleh Gilbert & Jones (2001), yaitu pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik seperti Internet, intranet/extranet, satellite broadcast, audio/video tape, interactive TV, CD-ROM, dan computer-based training (CBT). Definisi yang hampir sama diusulkan juga oleh the Australian National Training Authority (2003) yakni meliputi aplikasi dan proses yang menggunakan berbagai media elektronik seperti internet, audio/video tape, interactive TV and CD-ROM guna mengirimkan materi pembelajaran secara lebih fleksibel.
The ILRT of Bristol University (2005) mendefinisikan e-learning sebagai penggunaan teknologi elektronik untuk mengirim, mendukung, dan meningkatkan pengajaran, pembelajaran dan penilaian. Di samping itu, istilah e-learning meliputi berbagai aplikasi dan proses seperti computer-based learning, web-based learning, virtual classroom. Sementara itu pembelajaran on-line adalah bagian dari pembelajaran berbasis teknologi yang memanfaatkan sumber daya internet. Lebih khusus lagi Rosenberg (2001) mendefinisikan e-learning sebagai pemanfaatan teknologi internet untuk mendistribusikan materi pembelajaran, sehingga siswa dapat mengakses dari mana saja.
Secara lebih rinci Rosenberg (2001) mengkategorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-Learning, yaitu:
 a. e-Learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi. Persyaratan ini sangatlah penting dalam e-learning, sehingga Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolut.
b. e-Learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet. CD ROM, Web TV, Web Cell Phones, pagers, dan alat bantu digital personal lainnya walaupun bisa menyiapkan pesan pembelajaran tetapi tidak bisa digolongkan sebagai e-learning.
c. e-Learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang menggungguli paradigma tradisional dalam pelatihan.
E. Pengembangan e-learning dalam Pembelajaran Web
Pengembangan pembelajaran berbasis e-learning perlu dirancang secara cermat sesuai tujuan yang diinginkan. Jika kita setuju bahwa e-learning di dalamnya juga termasuk pembelajaran berbasis internet, maka pendapat Haughey (dalam H, Nurhikmah) perlu dipertimbangkan dalam pengembangan e-learning. Menurutnya ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric course, dan web enhanced course”.
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh, missal universitas terbuka dan virtual school.
Model web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar, sesama peserta didik, anggota kelompok, atau peserta didik dengan nara sumber lain. Oleh karena itu peran pengajar dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan pembelajaran, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan.
Pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan materi pelajaran secara online saja, namun harus komunikatif dan menarik. Materi pembelajaran didesain seolah peserta didik belajar dihadapan pengajar memalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet. Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, ada tiga syarat hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e-learning, yaitu:
1. Sederhana, sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, waktu belajar peserta akan lebih efisien.
2. Personal, pengajar/dosen dapat berinteraksi dengan baik dengan mahasiswanya, seperti layaknya berkomunikasi di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuanya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapi.
3. Cepat, layanan yang ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.
F. Manfaat e-learning dalam Pembelajaran
Pemanfaatan e-learning tidak terlepas dari jasa internet. Karena teknik pembelajaran yang tersedia di internet begitu lengkap, maka hal ini akan berpengaruhi terhadap tugas guru dalam proses pembelajaran. Dahulu, proses belajar mengajar didominasi oleh peran guru disebut the era of teacher, sementara siswa hanya mendengar penjelasan guru. Kemudian, proses belajar dan mengajar didominasi oleh peran guru dan buku (the era of teacher and book) dan pada saat ini proses belajar dan mengajar didominasi oleh peran guru, buku dan teknologi (the era of teacher, book and technology).

Beberapa manfaat yang bisa dinikmati dari proses pembelajaran dengan e-learning, diataranya :
1.      Fleksibilitas.
Jika pembelajaran konvensional di kelas mengharuskan siswa untuk hadir di kelas pada jam-jam tertentu (seringkali jam ini bentrok dengan kegiatan rutin siswa), maka e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa diakses dari mana saja yang memiliki akses ke Internet. Bahkan, dengan berkembangnya mobile technology (dengan laptop, bahkan telepon selular jenis tertentu), semakin mudah mengakses e-learning. Berbagai tempat juga sudah menyediakan sambungan internet gratis (di bandara internasional dan cafe-cafe tertentu), dengan demikian dalam perjalanan pun atau pada waktu istirahat makan siang sambil menunggu hidangan disajikan, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk mengakses e-learning.
2.      Independent Learning E-learning
memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk memegang kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, artinya pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Ia bisa mulai dari topik-topik ataupun halaman yang menarik minatnya terlebih dulu, ataupun bisa melewati saja bagian yang ia anggap sudah ia kuasai. Jika ia mengalami kesulitan untuk memahami suatu bagian, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, nara sumber melalui email atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Jika ia tidak sempat mengikuti dialog interaktif, ia bisa membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (di Website pengelola). Banyak orang yang merasa cara belajar independen seperti ini lebih efektif daripada cara belajar lainnya yang memaksakannya untuk belajar dengan urutan yang telah ditetapkan.
3.     Banyak biaya yang bisa dihemat dari cara pembelajaran dengan e-learning.
Biaya di sini tidak hanya dari segi finansial tetapi juga dari segi non-finansial. Secara finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain biaya transportasi ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar (terutama jika tempat belajar berada di kota lain dan negara lain), biaya administrasi pengelolaan (misalnya: biaya gaji dan tunjangan selama pelatihan, biaya instruktur dan tenaga administrasi pengelola pelatihan, makanan selama pelatihan), penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP).
G. Kelebihan Dan Kekurangan e-Learning
Dari berbagai pengalaman dan juga dari berbagai informasi yang tersedia di literatur, memberikan petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh (Soekartawi, 2002), antara lain dapat disebutkan sebagai berikut.
a. Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
b. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial;
c. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan;
d. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT;
e. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal;
f. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer);
g. Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal internet; dan h. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
















Daftar Pustaka
Cisco. 2001. e-Learning: Combines Communication, Education, Information, and Training. http://ww.cisco.com/warp/public/10/wwtraining/elearning.
Gilbert, & Jones, M. G. 2001. E-learning is e-normous. Electric Perspectives, 26(3), 66-82.